DPRD SBT Akui, Genjot Pariwisata Butuh Dukungan Sarana Prasarana Memadai

Ketua DPRD Kabupaten SBT Agil Rumakat**Foto/Im

Bula, dprd-serambagiantimur.go.id – Optimalisasi pariwisata di berbagai daerah membutuhkan penambahan infrastruktur, pembangunan penginapan-penginapan, hotel, agen perjalanan yang tak mampu diusahakan oleh penduduk lokal pada daerah wisata karena membutuhkan modal yang besar adalah benar adanya.

Pariwisata membutuhkan investasi. Investasi memutar roda ekonomi, karena dana tidak bisa duduk manis di bank. Pariwisata adalah industri seperti semua industri, pariwisata membuka lapangan kerja. Hanya pariwisata yang memiliki range tenaga kerja bervariatif, jam kerja yang bisa diatur fleksibel.

Terkait dengan hal tersebut menjadi sorotan DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Dikatakan, upaya pengembangan potensi wisata sejarah dan alam perlu melibatkan masyarakat yang ada di daerah tersebut.

“Kita memiliki banyak objek wisata unggulan khas Bumi Ita Wotu Nusa dan ini memerlukan keikutsertaan masyarakat dan swasta untuk membenahi dan pelestarian wisata tersebut,” kata Ketua DPRD Kabupaten SBT, Agil Rumakat saat di temui wartawan di Bula, Kamis (02/07).

Sentuhan tangan dari pihak swasta dan masyarakat dalam pengembangan dan pengelolaan obyek dan daya tarik wisata sangat diperlukan, sebagai salah satu upaya memperindah, dan pemeliharaan berbagai potensi objek wisata Kabupaten SBT di masa mendatang.

“Masyarakat perlu diajak bekerja sama untuk menjaga, memelihara, dan melestarikan objek dan daya tarik wisata daerah ini. Keterlibatan masyarakat akan membawa dampak positif, terutama untuk menambah pendapatan mereka,” katanya.

Politisi Partai Golongan Karya itu mengatakan, objek wisata unggulan seperti Danau Sole, Pulau Koon, Bas Geser, Pantai Gumumae dan Spot Wisata lainya yang ada di Kabupaten SBT perlu mendapat perhatian serius pemerintah kabupaten maupun provinsi melalui dinas terlait.

Dikatakan Rumakat, di tahun 2017 kemarin seluruh masyarakat Kabupaten SBT umumnya dan khususnya masyarakat kota bula dan sekitarnya di sibukkan dengan kegiatan Event Internasional Tour de Molucas (TdM) yang menjadikan Kabupaten SBT sebagai salah satu daerah yang di lewati saat itu.

“Daerah ini kita di berikan suatu harapan besar bahwa ini adalah salah satu moment internasional yang kita gunakan untuk mempromosi pariwisata kita meskipun ini adalah kegiatan olahraga balap sepedaya tapi karena kegiatan ini melibatkan  hampir semua pembalap sepeda yang ada di indonesia dan kemudian pemerintah daerah juga fokuskan terhadap promosi pariwisata kepada seluruh pembalap dari berbagai negara,” ungkap Rumakat.

Lanjunya, Setelah kegiatan TdM dengan dilaksanakan kegiatan-kegiatan event lokal dan kemudian budaya yang di ikuti dengan menggelar kegiatan budaya Festival Kataloka serta promosi tempat pariwisata yang sudah di lakukan diantaranya pengembangan potensi di bawa laut.

“Di Kecamatan Seram Timur dan sekitarnya ini di lakulan penelitian bawah laut dari provinsi maluku serta di ekspos, ada lagi seperti kegiatan lain yang di lakukan upaya komunikasi pemerintah daerah lewat pesona nusantara di kementrian pariwisata untuk mengekspos potensi-potensi di anataranya yang sudah selama ini di jalankan diantaranya seperti potensi di bawa laut di kepulauan gorom khususnya di pulau koon dan juga di pulau kefing,” sebut Rumakat.

Ditambahkanya, Bicara tentang sektor pariwisata kita tidak hanya sekedar promosi tetapi daerah menyediakan infrastruktur pedukung yang sama kita ketahui bahwa infrastruktur pendukung  parowisata katakanlah seperti home stay.

“Dengan semangat pemerintah daerah untuk menggenjot potensi pariwisata kita dan kedepan kita berharap lebih banyak lagi yang harus dilakukan Pemda lewat Dinas terkait guna peningkatan ekonomi di daerah ini,”tutup Rumakat.**