Anggota DPRD SBT : Keliandan Gelar Reses Perdanan di Kecamatan Kiandarat

Bula, dprd-serambagiantimur.go.id – Anggota Dewan Perwakialn Rakyat Daerah (DPRD) Komisi B Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT),  Abdul Azis Keliandan yang juga Sekretaris Fraksi (Sekfra)  Partai Demokrat Indonesi (PDI) Perjuangan, mulai menggelar reses perdananya di Negeri Kian Kecamatan Kiandarat. Sabtu, (28/12/2019).

Keliandan merupakan Legislator asal Kiandarat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Dua  yang meliputi Kecamatan Seram Timur, Kilmury, Siritaun Wida Timur, Tutuk Tolu dan Kiandarat

Saat melakukan reses, Keliandan didampingi salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku, Djavet Djemny Pattiselano dan  Anggota DPRD SBT Dapil III Arobi Kelian kedua anggota DPRD tersebut merupakan pengurus PDI Perjuangan SBT.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Negeri M. U Boufakar, Kapospol, Babinsa dan  dihadiri undangan  dari Desa Walang tengah Kacamatan Tutuk Tolu sampai Desa Liantasik Kecamatan Siritaun Wida Timur.

Anggota DPRD Kabupaten SBT Dapil Dua, Abdul Azis Keliandan dalam resesnya itu, sangat berterimah kasih kepada masyarakat yang ada di dapilnya yang sudah antusias memilihnya sebagai wakil rakyat di daerah setempat.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat dapil dua. yang sudah mempercayakan saya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan persoalan-persoalan yang belum terselesaikan  di Negeri ini,” ungkap Keliandan.

Anggota DPRD Yang juga Sekfra PDIP ini mengatakan, Reses ini merupakan pertemuan atau sebuah kunjungan  Anggota DPRD untuk bertemu dengan masyarakat  agar menampung aspirasi warga.

“Kunjungan reses ini sebagai upaya didalam menjaring, menampung aspirasi masyarakat, guna disampaikan kepada Pemerintah Daerah dan Pusat,” ujar Keliandan yang juga Bendahara PDI Perjuangan SBT itu.

Lanjut Keliandan, sebagai tanggung jawab DPRD adalah untuk menjalankan tugas dan fungsinya selaku wakil rakyat, diantaranya Fungsi pengawasan, Fungsi Anggaran dan Legislasi.

Hal tersebut di tanggapi oleh Masyarakat sekaligus memberikan  masukan. Salah satunya adalah Kepala  Dusun Aruan, Muhammad Nur Safua Ia meminta agar bantuan lampu jalan kepada masyarakatnya di Desanya.

Selain itu Umar Rumoga, Kepala Pemerintah Desa Rumoga meminta  Tenaga Kesehatan di daerahnya  agar ke depan bisa diperhatikan dan Infrastruktur Pembangunan. Sedangkan Muhammad Arif Walima meminta Tenaga Kesehatan Puskesma Kilga.”pungkas masyarakat yang hadir dalam reses itu.

Masukan-masukan dari masyarakat itu, Keliandan  menerimah secara utuh dan mengatakan.

“ Insya Allah “saya akan memperjuangkan di Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pusat, tentang aspirasi yang di sampaikan. Keliandan juga  menjawab, kesehatan akan di selesaikan mulai dari Teor sampai Dihil dari Desa Tum sampai Aki Jaya.”pungkas Sekertaris Fraksi PDI Perjuangan ini.

Selain itu Anggota DPRD Provinsi Maluku Jemmy Pattiselano yang hadir dalam kegiatan itu, meminta masyarakat untuk sama-sama bergabung pikiran untuk bagaimana mendatangkan kilang miyak sagu yang ada di Desa Artafella Kian dan wilayah lainya.

“Kita harus fokus untuk bagaimana supaya buat katong dapat uang gampang yakni mengelola sagu.

Jemny Pattiselano juga menegaskan agar Dana Desa harus dikelola dengan baik Akan di perjuangkan di Provinsi Maluku. Potensi sagu lebih banyak dari daerah lain.”tegasnya.**

Penulis : Baim Rumadaul

Editor : Danda

Pimpinan Komisi DPRD SBT Sikapi OPD Malas Saat Agenda Rapat

Foto Istimewa.**

Bula, dprd-serambagiantimur.go.id – Dalam jumpa Pers yang digelar di ruang rapat Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), pada Sabtu (3/08/2019) siang. Ketua Komisi A Umar Gassam, Ketua  Komisi B Noaf Rumau, dan Ketua Komisi C Arobi Kelian. Menyoroti kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten SBT yang malas menghadiri rapat komisi dalam rangka pembahasan dan evaluasi laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 yang merupakan agenda tahunan dimana sebagai syarat untuk memasuki tahap awal pembahasan APBD Perubahan 2019.

Namun agenda tersebut sepertinya harus tertunda, mengingat rapat para komisi dengan mitra kerja mereka sampai saat ini berlum terlaksana, bahkan ketiga pimpinan komisi telah sepakat menunda rapat hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

“Bagaimana kita mau mendengar pembahasan tentang pengelolaan anggaran selama satu tahun itu, kalo pimpinan OPD tidak hadir, Oleh karena itu, komisi B resmi menyatakan sikap menutup rapat pembahasan dalam waktu yang tidak ditentukan.” ungkap Ketua Komisi B, Noaf Rumau.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini sangat menyayangkan sikap malas para OPD tersebut, menurutnya para pimpinan OPD yang banyak mengetahui tentang pengelolaan anggaran, sehingga atas perintah undang-undang DPRD berkewajiban melakukan pembahasan dan laporan pertanggungjawaban bersama para OPD.

Dalam kesempatan yang sama, ketua Komisi C, Arobi Kelian juga mengungkapkan kekesalannya terhadapa para pimpinan OPD, pasalnya diantara ketiga komisi tersebut, mitra Komisi C mayoritas yang tidak hadir.

Ketidakhadiran para Pimpinan OPD itu, membuat polotisi partai PDIP ini harus bersikap tegas, Ia menilai satu-satunya jalan untuk menyelesaikan hal tersebut adalah dengan menerapkan tata tertib peraturan DPRD, yakni pemanggilan secara paksa.

“Pimpinannya ada dan sehat-sehat kok dia tidak datang, tidak ada jawaban dan alasan baik tertulis ataupun tidak tertulis, pimpinan OPD-OPD seperti ini tidak boleh mengelola Negeri ini, mereka bekerja tidak ikhlas,” Tegas Kelian.

Ia mengatakan hal tersebut merupakan puncak dari sikap lembaga, sebab kejadian seperti ini sudah sering terjadi pada setiap pembahasan triwulan/semester, sehingga jika terus dibiarkan akan berdampak buruk pada perkembangan pembangunan daerah.

“Ini cilaka (celaka) bagi negeri kalau pimpinan OPD seperti ini, oleh karena itu Kami Pimpinan Komisi sepakat menutup rapat ini,” Tegasnya

Hal yang sama juga diungkapkan oleh ketua komisi A, Umar Gasam, Ia menilai kejadian seperti itu menggambarkan pemerintah daerah tidak serius mengurus hajat daerah ini.

Menurutnya, DPRD dan pemerintah daerah adalah mitra sejajar yang harus saling menghargai, namun sikap yang ditunjukan terkesan tidak menghargai.

“Saya mendesak Pimpinan DPRD untuk mengeluarkan sikap kelembagaan dan diteruskan kepada saudara bupati untuk dilakukan pembinaan yang komprehensif kepada seluruh pimpinan SKPD,” ucap Gasam. **

Indahnya Pesona Tanjung Owan, Pantai Eksotis yang Tersembunyi di SBT

Wisata Tanjung Owan di Negeri Kilkoda Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten SBT.**Foto/Baim

Bula, dprd-serambagiantimur.go.id – Pesona alam yang dikirimkan Tuhan tepat di Tanjung Owan, Negeri Kilkoda Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kita bisa mengantar nuansa mentari hingga fajar senja tenggelam sampai ke rumahnya. Keindahan Alam di Jazirah Timur Goranriun adalah salah satu media yang Tuhan sediakan bagi warga di Khatulistiwa Tumur Nusantara Ita Wotu Nusa sebagai tempat berlangsungnya proses therapi jiwa menjadi pribadi yang lebih baik.

Pesona Tanjung Owan yang indah menenangkan hati kita,  mengajarkan kita akan besarnya kehebatan tangan Tuhan yang menjadikan segala sesuatu yang Indah, sehingga hati pun percaya bahwa Tuhan yang sama yang menciptakan Alam yang Indah ini juga bisa menciptakan kembali manusia atau merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Pesona Alam Tanjung Owan.**Foto/Baim

Dari titik yang tak terkira jaraknya, bundaran mentari bak bulan purnama itu perlahan bergerak turun seakan jatuh ke dalam perpaduanya. Di ujung senja itu, ombak Laut Jazirah Goranriun tak pernah berhenti menubruk pasir putih yang membentengi pesisir sekitar Tanjung Owan, Negeri Kilkoda, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten SBT. Sempat dikepung awan selama beberapa detik, mentari yang telah berubah warna menjadi kemerah-merahan itu akhirnya menghilang tepat pukul 18.53 WIT. Seketika, Tanjung Owan dirundung kegelapan. ”Selamat malam,” kata Damin Rumatella, pemuda asal Negeri Kilkoda, Kabupaten SBT.

Destinasi wisata di Kabupaten SBT menarik pengunjung. Namun, sejumlah potensi wisata sepertinya belum terkelola dengan baik. Salah satunya Tanjung Owan yang ada di Negeri Kilkoda Kecamatan Pulau Gorom.

Seperti kebanyakan pantai lainnya di Kabupaten SBT, suasana Tanjung Owan tidak terlalu ramai. Keindahan Pantai Tajung Owan bisa dinikmati dari sebuah tebing yang tidak terlalu tinggi. Dari sana anda dapat melihat pemandangan Pantai Tanjung Owan yang cantik dengan di kelilingi gugusan Pulau-pulau kecil yang hampir sama dengan spot wisata di Raja Ampat.

Bagi yang berwisata dengan keluarga, pantai sepanjang satu kilometer ini cocok untuk menjadi destinasi pilihan karena laut yang cenderung menjorok ke daratan. Ombaknya yang landai tidak membahayakan anak-anak. Namun tetap berhati-hati, karena semakin ke tengah, kedalaman pantai semakin curam.

Selain dihiasi hamparan pasir putih yang unik, pantai ini juga dikelilingi barisan bukit kecil yang melengkapi keindahan alamnya. Jika ingin melihat pesona alam pantai dari ketinggian, Anda dapat mendaki salah satu Bukit yang dapat didaki dengan mudah. Jika ingin mendapatkan pengalaman lainnya di Pantai Tanjung Owan, Anda juga dapat menggunakan permainan ayunan di bibir pantai.

Pantai dengan pemandangan tanjung dan pasir putih ini masih belum mampu menarik wisatawan yang signifikan. Soal keindahan Tanjung Owan bisa dikatakan tak kalah dengan pantai yang sudah terkenal. Hal ini pun diakui Alimudin Kolatlena, salah satu pengunjung yang juga Anggota DPRD Kabupaten SBT.

“Saya sering traveling. Pemandangan di sini tak kalah keindahnya dengan pasir putih dan spot foto tanjung yang keren,” ujar Kolatlena.

Namun, dirinya sebagai wakil rakyat di Kabupaten SBT mengaku lokasi tersebut masih perlu promosi yang lebih baik dan penambahan wahana wisata air. “Kalau mungkin bisa ada seperti banana boat, pasti akan lebih menarik. Bisa saja kan pemerintah Kabupaten atau pemerintah desa mengelolah melalui Bumdes,” tambah pria berambut sepak ini.

Kolatlena, juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) menggencarkan promosi objek wisata unggulan di daerah itu. “Ketersediaan infrastruktur penunjang tanpa promosi pun sangat berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah ini,” ujar Kolatlena, saat Konfirmasi media ini, Senin, (24/6/2019).

Maka kata politisi Partai Gerindra itu, Pemda melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, perlu meningkatkan promosi objek wisata yang dimiliki. “Jika intensitasnya masih kurang, maka perlu ditingkatkan, baik melalui berbagai media massa, juga memanfaatkan media sosial,” ujarnya.

Banyak peluang pengembangan potensi wisata yang terbuka lebar, maka pemerintah daerah tambah dia, perlu bekerja ekstra keras untuk meningkatkan pengelolaan objek wisata yang dimiliki.(**)

Penulis : Baim Rumadaul

Editor : Danda

Ketua DPRD SBT Apresiasi Penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi XXVIII Tahun 2019 di Namlea

Ketua DPRD SBT Agil Rumakat, SP saat menghadiri pelaksanaan MTQ ke- 28 di Kota Namlea Kabupaten Buru.** Danda/Foto
Ketua DPRD SBT Agil Rumakat dan Ketua AMPG Maluku Yusri Mahedar di arena pelaksanaan MTQ.

Bula, dprd-serambagiantimur.go.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengapresiasi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Provinsi Maluku yang dipusatkan di Kota Namlea, Kabupaten Buru.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten SBT Agil Rumakat, SP saat menghadiri pembukaan MTQ XXVIII yang dilaksanakan di alun-alun Al Buruj Kota Namlea, Jumat (14/06).

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Maluku, Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Buru dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan yang di ikuti oleh Kafilah dari 15 Kabupaten dan Kota di Bumi Upu Latu Maluku,” ucap Ketua DPRD.

Diakuinya MTQ XXVIII yang dilaksanakan di Namlea Kabupaten Buru cukup meriah. Selain sebagai wadah untuk menjalin tali silaturahmi, ivent ini juga menunjukkan betapa tingginya nilai-nilai toleransi antar umat beragama di Provinsi Maluku.

“Melalui kegiatan ini, sangat jelas terlihat tingginya nilai-nilai toleransi antar umat beragama di Maluku. Hal ini dibuktikan pada malam pembukaan, dimana kolaborasi paduan suara, dan penari tarian kolosal hampir 300 lebih, turut menyemarakkan malam pembukaan MTQ di bumi Bupolo itu. Juga kepada semua daerah semoga semuanya bisa meraih prestasi untuk daerahnya, kami ucapkan selamat dengan harapan berprestasi dan harumkan nama daerah masing-masing di pentas MTQ Tingkat Provinsi Maluku,” terang Rumakat menutupi keteranganya.

Diketahui, MTQ XXVIII Tingkat Provinsi Maluku, dibuka dengan resmi oleh Gubernur Maluku Irjenpol Purn. Murad Ismail.**

Penulis : Baim Rumadaul
Editor : Darma Kamarudin

Sering Diguyur Hujan Bula SBT Berpotensi Banjir

Bula, dprd-serambagiantimur.go.id – Saat ini Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sering diguyur hujan. Hal itu menyebabkan sejumlah sungai di sana meluap dan berpotensi menyebabkan bencana banjir.
Selain itu ada beberapa bendungan di Kabupaten SBT tersebut juga memprihatinkan dan mengakibatkan rawan banjir dan bisa di pastikan bisa jebol bahkan berdampak daerah rawan  banjir salah satunya bendungan Wai Matakabu yang terdapat di Kecamatan Bula Barat.

Hal ini membuat salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Dapil Kabupaten SBT  Ridwan Ellys, saat melakukan kunjungan kerjanya di Kabupaten SBT mengingatkan Pemkab SBT dalam hal ini  pihak siaga mengantisipasi bencana banjir. Terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan pihak terkait lainnya untuk segera turun dan melihat kondisi yang saat ini terjadi di wilayah tersebut.

“Pemerintah Daerah melalui Intansi terkait harus mempersiapakan hal-hal yang perlu untuk penanggulangan bencana. Sehingga siap bila ada bencana,  karena aliran sungai yang ada di daerah itu sangat rawan dan berdampak sekali untuk mengantisipasinya saya harapkan ada peninjauan dari Pemerintah Daerah,” kata Ridwan Ellys kepada media ini di Bula, Sabtu (09/2/2019).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan, kepala masyarakat juga harus waspada mengantisipasi ancaman bencana banjir yang terjadi setiap saat. Terutama masyarakat yang tinggal berdekatan dengan bantaran sungai, baik bantaran Sungai Wai Matakabu dan lainnya.
“Masyarakat harus waspada, bila ada bencana siap melakukan antisipasi,” ingatnya.

Anggota DPRD asal Kabupaten SBT tersebut juga turu langsung di lokasi setempat dan meminta Pemerintah Kabupaten SBT untuk turun melihat bendungan Wai Matakabu.

“Sungai dan bendungan ini sangat membuat saya khawatirkan jika terjadi genangan air yang besar sehingga saya sampaikan untuk Pemda SBT tinjau ulang kembali bendungan yang ada di Daerah itu,” katanya.

Wakil Rakyat asal Kabupaten SBT itu sangat tegas meminta kepada pemerintah daerah agar segera meindak lanjuti bendungan.
“Jika pemda tidak ada tangapan maka perkampungan akan terkena Banjir
dan jebolnya pintu kanan bendungan tersebut,” tutupnya.