Warga Keluh, Layanan Indihome Telkom Wilayah Bula Terganggu

ilustrasi jaringan Net

Bula – Layanan internet Indihome milik PT. Telkom diwilayah Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sejak beberapa hari terakhir mengalami gangguan. Hal ini mengakibatkan  pengguna layanan tersebut merasa kecewa. Pasalnya, meski mengalami gangguan sejak beberapa hari namun hingga kinibelum ada langkah perbaikan yang dilakukan oleh pihak Telkom.

Menurut warga desa Administratif Tansi Ambon (Kota Bula),  Malik Rumakat, akibat buruknya koneksi internet yang terjadi beberapa hari belakang, membuat pekerjaannya terganggu.

“Sudah Tiga  hari ini wifi (Indihome) dirumah saya gangguan. Ini terlihat dari lampu merah (los) di modem sering menyala,” ungkapnya di Bula Rabu, (3/1/2018).

Dikatakan, dirinya telah melaporkan gangguan kepada PT. Telkom pusat melalui nomor aduan layanan 031147 yang diberikan petugas teknis yang memasang layanan internet itu. Namun hingga kini belum ada langkah perbaikan jaringan.

“Saya akhirnya harus mengirim data dan mengandalkan jaringan internet seluler. Kalau rusaknya hanya sesekali tidak terlalu masalah, tapi ini sudah setiap hari. Pokoknya setiap menjelang Magrib selalu putus,” ungkapnya kesal.

Kekesalan yang sama juga disampaikan Arif, warga Jalan Kelapa Dua, Kota Bula. Dirinya pun merasa sangat dirugikan dengan kualitas layanan yang diberikan PT Telkom tersebut wilayah Bula tersebut.

“Masa layanannya seperti ini? Kalau kita telat bayar Indihome kita pasti diisolir, tapi kalau jaringan mereka rusak begini, tidak ada tanggung jawab dari mereka (Telkom, red) bahkan memberitahu penyebab dan kepastian kapan selesai diperbaiki juga tidak ada,” ujarnya.

Ia pun berharap semoga kerusakan kali ini tidak berlangsung lama seperti yang sebelumnya. Untuk diketahui, Layanan internet Indihome PT. Telkom sendiri baru beroperasi dikota itu sejak 3 bulan terakhir. Internet cepat yang dialiri melalui kabel Fiber Optik (FO) ini diharapkan bisa membantu mengatasi masalah telekomunikasi khususnya akses data yang sering dikeluhkan warga setempat. **(WEB)