Warga Dari Tiga Negeri di Kiandarat Banjiri Reses Nuzul Rumain

Nuzul Rumain Anggota DPRD SBT saat memberikan arahan resesnya.*Foto/Im

Bula, dprd-serambagiantimur.co.id –  Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), gelar Reses Anggota Dewan Dalam Masa Sidang II Tahun 2018 bertajuk Serap Aspirasi Rakyat oleh Nuzul Rumain Fraksi PKB di daerah konstetuenya, Selasa (28/8) pagi.

Reses yang berlangsung di Desa Negeri Kian Kecamatan Kiandarat itu dihadiri ratusan warga setempat, yang terdiri dari Desa Administratif Angar, Desa Administratif Artafella, dan Desa Negeri Kian. Warga terlihat khidmat serta atusias mengikuti kegiatan itu.

Anggota DPRD Kabupaten SBT Daerah Pilihan (Dapil) II, Nuzul Rumain menyampaikan kepada media ini, bahwa hal tersebut digelar guna menyerap aspirasi masyarakat diwilayah tersebut.

“Hati saya untuk masyarakat, maka itu saya bersyukur ada kedekatan dengan masyarakat disini, sehingga komunikasi serta penyampaian aspirasi masyatakat dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dia berharap, apa yang menjadi harapan masyarakat dapat dia tampung, kemudian dapat dia sampaikan kepada pemerintah Kabupaten SBT.

“Harapan kami, aspirasi masyarakat yang selama ini belum tertampung dapat tertampung melalui kegiatan ini. Yang nantinya akan saya sampaikan ke pemerintah Kabupaten SBT serta pemerintah dapat merealisasikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat disini,” terangnya.

Reses yang di gelar di daerah tersebut merupakan reses pertama yang di rasakan oleh masyarakat setempat dikarenakan hampir beberapa reses yang di gelar oleh Anggota DPRD dari dapil yang sama belum pernah melaksanakan reses di tiga negeri itu.

Dari pertemuan itu ada beberapa usulan dari masayarakat setempat berupa talud penahan ombak di negeri kian, sarana pendidikan yang menjadi kebutuhan saat ini yakni jaringan internet sekolah, usulan untuk mempercepatkan SK dan pelantikan anggota BPNA di seluruh Kabupaten SBT yang saat ini belum ditindak lanjuti oleh Bupati SBT.

Dalam reses pertama tahun ini katanya ada banyak usulan masyarakat yang mengemuka yang sebagian besar terkait infrastruktur seperti jalan, irigasi, drainasi, air bersih, jalan pertanian dan usaha kecil menengah bagi ibu-ibu.

“Hasil reses kita akan sampaikan ke pemda untuk masuk RKPD (rencana kerja pemerintah daerah) 2018 tapi tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Dikatakanya, Reses merupakan sarana komunikasi politik antara anggota dewan dengan konstituen. Dalam forum ini tidak hanya penyerapan aspirasi, pengampaian pengaduan tetapi juga penyampaian pertanggungjawaban anggota dewan kepada pemilih.

“Reses merupakan kewajiban bagi pimpinan dan anggota DPRD dalam menjaring aspirasi secara berkala dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat serta mewujudkan peran DPRD dalam mengembangkan chek and balances antara DPRD dan pemda,” terangnya.

Dia menjelaskan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) merupakan domain eksekutif dan reses yang menjadi domain legislatif. Keduanya seharusnya diformulasikan dalam RKPD dan renstra karena merupakan aspirasi masyarakat.

“Hasil reses merupakan pokok pikiran DPRD harus diimplementasikan pemda saat penyusunan nota kesepakatan antara eksekutif dan legislatif. Untuk itu, hasil reses ini diusulkan untuk dimasukkan dalam RKPD 2018,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten SBT yang juga bendahara Desa Negeri Kian Jufri Rumadaul merasa senang dan bangga wilayahnya dapat dijadikan sebagai tempat reses.

“Kami mewakili masyarakat berterimakasih karena Desa Kian sudah dijadikan tempat reses DPRD Kabupaten SBT dan merupakan reses pertama yang dilakukan serta terimakasih kepada pak Nuzul Rumain yang gemar blusukan ke wilayah kami,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapospol Kiandarat Rasman, Babinsa Kiandarat Simon R. Manahutu dan Ayadin, Abd Chalik Rumbati Kepala Sekolah SMP Negeri Kiandarat, Isa Rumoga Kepala Sekolah SD Negeri Kiandarat, Najam Rumadaul Kepala Dusun Kian, Tokoh Agama serta Masyarakat di Desa Angar, Kian, Artafella.**