Tingkatkan SDM Komisi C DPRD Kabupaten SBT Kunjungi Rektor Unpatti 

Suasana rapat Komisi C DPRD Kabupaten SBT bersama Rektor Unpatti M. J Sapteno**Foto Instimewa.

Bula, dprd-serambagiantimur.go.id – Rapat konsultasi Komisi C  DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), bersama Rektur Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dalam rangka membicarakan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten SBT dan Universitas Pattimura dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kesehatan lebih spesifik tenaga dokter untuk mengisi 14 Puskesmas dari 22 Puskesmas di Kabupaten SBT.

“Pertemuan ini guna membicarakan  kekosong tenaga dokter dan mengisi tenaga dokter di Rumah Sakit Pratama Kataloka di Kecmatatan Pulau Gorom yang direncanakan pengresmiannya di tahun 2019 nanti, dan langkah ini di sambut baik oleh Bapak Rektor Unpatti M.J Septenos, saat menerima Komisi C di ruang rapat rektorat pada Senin, (23/7/2018) di Ambon,” kata Ketua Komisi C Arobi Kelian saat di konfirmasi wartawan via telepon.

Dikatakan Kelian, kunjung kerja di Unpatti bertemu lansung dengan Rektor untuk membicarakan soal cara kerja sama antara Pemda SBT guna memberikan ikatan sumber daya manusia dari tenaga kesehatan dan kedoktran.

“Oleh karena itu, kemarin kami dari komisi C melihat dalam rentang beberapa tahun kemarin itu kekurangan tenaga kesihatan di antaranya beberapa Puskesmas yang ada di kabupaten SBT Itu baru terisi 8 Puskesmas terisi oleh dokter, sementara 14 puskesmas lainya belum terisi oleh dokter,” kata Kelian.

Lanjut Kelian, Seperti di dearah lain belum terisi tenga kesehatan, seperti di Teur, dan Kesui. Hal ini di akibatkan dari kekurangan dokter yang ada di Kabupaten SBT dan menurunnya kesehatan kepada masyarakat kita di kabupaten SBT.

“Untuk itulah kemudian kami mengangap  bahwa kami dari komisi C terutama saya sebagai ketua komisi C menganggap bahwa hal ini sangat penting untuk membicara baik itu janka pendek maupun jangka panjang misalnya jangka pendak setalah kami rapat dengan Pak Rektor dan kami komisi C sanggat berterima kasih sekali karna Pak rektor bertemu sendiri dengan kami dan kemarin kami rapat dengan beliau dari bebrapa jam beliau sangat respon sekali dan berterimah kasih dan kemudian ini kerja sama dengan bidang kesehatan sumber daya manusia pertama di bidang kesehatan manusia pertama beliuau menyampaikan 2018 ini sudah meloloskan dokter-dokter yang lolos itu sudah 100 lebih,” pungkas Kelian.

Dikatakan Kelian, Pemerintah Daerah Kabupaten SBT bisa memakai tenaga dokter yang sudah lolos dari Unpatti, untuk dalam jangka pendek bahwa jika saat ini kita butuhkan bisa memakai tenaga dari Unpatti guna mengisi kekosongan tenaga kesehatan di beberapa puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten SBT itu dalam jangka pendek.

Sementara dalam jangka panjangnya adalah kita kerja sama dengan Unpatti untuk anak-anak daerah kita bisa di sekolahkan di Fakultas Kedokteran Unpatti dan anak-anak yang di sekolahkan itu memang betul-betul anak asli dari Kabupaten SBT, sehingga ketika dia di tugaskan itu di Kecamatan Teor dan dimanapun itu mereka tidak lari dari tempat tugas yang di tugaskan.

“Sebagai ketua komisi C yang menangani bidang kesehatan dan pendidikan kami sangat merespon sekali dan memang kami peka terhadap pendidikan dan kesejahteraan yang lebih khusus itu kedokteran,”ungkap Kelian.

Ditambahkan Kelian, Kabupaten SBT untuk dua sektor ini sangat penting guna memajukan daerah ini kedepan oleh karena itu kami setiap rapat dengan pemerintah daerah itu selalu menekankan bahwa pemerataan tanaga pendidikan dan kesehatan di Kabupaten SBT ini cukup penting.

“Saya dan teman-teman dari komisi C setelah kembali akan melaksanakan rapat dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas terkait untuk membicarakan apa yang sudah menjadi pembahasan kami dengan pihak rektor Unpatti jika disetujui oleh Bupati maka tahun depan Komisi C sudah menyusun lngkah-langkah dan kemudian melakukan seleksi untuk hal yang di maksud, dan cara teknisnya di lakukan oleh Pemda SBT dan biayanya beberapapun Komisi C akan mendorong untuk menyekolahkan anak-anak Kabupaten SBT yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk kuliah di kedokteran Unpatti,” kata Kelian menutupi ketenanganya.**