Tahun Politik 2018, Ketua DPRD Himbau Masyarakat Bangun Tatanan Demokrasi Berkeadaban di SBT

Ketua DPRD SBT, Agil Rumakat, SP

Bula, – Seiring dengan akan diselenggarakannya berbagai tahapan pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur dan Wakil Gubernur  Maluku Juni 2018 mendatang, tak heran jika tahun 2018 juga seringkali disebut sebagai tahun politik.

Menyikapi hal tersebut, ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Agil Rumakat kepada wartawan, memberikan wejangan politik sehat, karakteristik warga negara yang demokratis. Dikatakan, moment Pemilukada harusnya untuk membangun suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadaban, maka setiap warga negara haruslah memiliki karakter atau jiwa yang demokratis juga. Menumbuhkan jiwa demokratis menghadapi tahun politik 2018 ini guna menyentuh harapan besar bagi seluruh masyarakat di Maluku lebih khususnya di kabupaten SBT.

“Lebih banyak yang menyebutkan bahwa tahun 2018 adalah tahun politik, yang di ikuti sebanyak 171 daerah di indonesia dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pemilihan serentak di 2018 nantinya. Hal tersebut tentu tidak dapat dipungkiri lagi, sekalipun suasana perpolitikan jelang Pilgub Maluku 2018 menurut saya justru sudah mulai menghangat sejak 2017,” ungkap politisi asal partai Golkar itu.

Menurut Rumakat, ada hal yang lebih penting yang harus menjadi perhatian bersama seiring dengan akan dilaksanakannya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Juni 2018 nanti. Antara lain, jangan sekali-kali momentum Pilgub nanti justru jadi arena yang dapat menjadi peretak persatuan di Bumi Ita Wotu Nusa.

“Walaupun kita berbeda pilihan dan perbedaan pandangan politik asalkan jangan jadi peretak persatuan dan penyebeb perpecahan. Harus kita yakini bersama bahwa perbedaan itu sejatinya adalah anugerah, namun perbedaan akan menjadi anugerah jika hal tersebut diaktualisasikan dengan nyata dan benar,” ungkap Rumakat.

Ia menegaskan, jika persatuan dan keharmonisan masyarakat Kabupaten SBT terkoyak-koyak hanya karena urusan Pilgub, betapa meruginya Kabupaten Bertajuk Ita Wotu Nusa yang telah berjuang dan melaksanakan pembangunan selama ini.

“Jika masyarakat terpecah-belah hanya karena Pilkada, maka perjuangan pembangunan selama kurang lebih Empat belas tahun terakhir ini akan terasa sia-sia. Artinya, jadikanlah Pilgub sebagai memontum untuk menatap masa depan Kabupaten SBT menuju arah yang lebih baik lagi, bukan sebagai arena perpecahan karena kepentingan sesaat,” pintanya.

Selebihnya, ketua harian partai Golkar kabupaten SBT itu mengajak semua pihak untuk bersatu padu merawat keberagaman di SBT dalam kemasan yang baik, seraya mengajak untuk menyongsong Pilgub dengan suasana bahagia dan dengan proses politik yang sehat tanpa SARA. Jika demikian, katanya lagi, maka momentum Pilgub adalah peluang untuk Kabupaten SBT menentukan nasibnya ke arah yang semakin baik dari hari ini.**

Sumber : //mediamaluku.com/berita-2018-disebutsebut–tahun-politik-ini-harapan-ketua-dprd-sbt.html