Ratusan Warga Kiandarat Demonstrasi di DPRD SBT

BULA, dprdserambagiantimur.go.id – Ratusan warga dari kecamatan kiandarat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD kabupaten Seram Bagian Timur pada, Selasa (22/9/2020). Warga mendesak bertemu dengan ketua Komisi A, Umar Gazam.

Para demostran yang terdiri dari 16 Dusun di kecamatan kiandarat ini, tiba di depan kantor DPRD  SBT sekitar pukul 15.00 WIT. Mereka menggunakan pakaian adat lengkap yakni menggunakan ikatan kain berang (kain merah,red), membawa busur dan panah serta meniup tauri.

Foto : Raja, Saneri dan Masyarakat Adat Kiandarat

Saat melakukan orasi, beberapa orator mendesak ketua DPRD SBT, Noaf Rumau, agar segera menghadirkan ketua komisi A, Umar Gazam, karena dinilai telah melecehkan nama baik raja mereka.

Selain itu, para demonstran juga meminta agar menghadirkan 6 orang warga asal kiandarat yang merupakan kelompok Simpak. Sejumlah orang ini juga dianggap telah mencemarkan nama baik desa serta pengangkatan raja kiandarat.

Dari pantauan media ini, sebelum ketua DPRD SBT, menanggapi tuntutan para demonstran tersebut, tiba-tiba kericuhan terjadi. Aksi saling dorong dan lempar tidak terindahkan, sehingga ketua dan beberapa anggota DPRD menghindari amukan warga tersebut.

Namun, kericuhan itu tidak berlangsung lama, atas bantuan raja dan  saneri kiandarat, serta aparat keamanan, sehingga berhasil meredahkan emosi dan amukan para demonstran tersebut.

Setelah memastikan emosi para demonstran mulai reda, ketua yang didampingi sejumlah anggotanya tersebut langsung menemui para pendemo.

Foto : Ketua DPRD SBT Noaf Rumau Menanggapi tuntutan demonstran

Dihadapan para warga kiandarat, Rumau mengatakan ketua komisi A, Umar Gazam saat ini tidak berada di kantor.

“Saudara Umar Gazam dan beberapa anggota DPRD yang lain sementara bertugas di Kecamatan”, jelas Rumau

Warga yang mendengar pernyataan tersebut kembali gaduh, mereka mengancam akan tetap berada di depan kantor DPRD hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Berbagai tawaran dan saling melempar pernyataan terus terjadi.  Untuk memenimalisir kemungkinan terjadinya amukan warga berikutnya, maka atas kesepakatan bersama, raja, para Saneri serta perwakilan demonstran diperkenangkan masuk ke dalam gedung DPRD.

Foto : Tindak Lanjut Tuntutan Demonstran di Ruang Rapat Internal DPRD SBT

Ketua dan anggota DPRD,  raja, saneri dan sejumlah demonstran duduk bersama di ruang rapat Internal DPRD SBT untuk membicarakan tuntutan-tuntutan tersebut.

Rapat yang digelar lebih dari dua jam disalah satu ruang rapat DPRD tersebut menghasilkan kesepakat yang baik. Noaf Rumau menawarkan solusi kepada para pendemo agar menahan diri dan bersabar menunggu kehadiran ketua komisi A. Umar Gazam.

“kalau Saudara Umar Gazam sudah kembali dari tugasnya, saya selaku ketua akan memanggil dan bertanya kepadanya, namun terkait enam orang tersebut bukan menjadi kewenangan kami untuk memerintahkan kepolisian menangkap mereka, itu semua menjadi hak bapak-bapak semua”, jelasnya (Gia)