Rapat Kerja Komisi B Bersama Dinas Kominfo, Bahas Gangguan Jaringan di SBT

Bula, dprdserambagiantimur.go.id – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait gangguan jaringan internet di daerah ini, Komisi B DPRD  SBT menggelar rapat bersama mitra kerja, dinas komunikasi dan Informatika Kabupaten Seram Bagian Timur, pada Senin (01/11/2021).

Pimpinan Rapat, Ismail Rumbalifar selaku ketua komisi B menyampaikan, kurang lebih seminggu belakangan ini masyarakat sering mengeluhkan ganguan jaringan internet dan telkomsel, yang sangat berdampak di lingkungan kerja instansi pemerintah/swasta  dan juga masyarakat.

Foto : Ketua Komisi B DPRD SBT, Ismail Rumbalifar

Selain itu, Rumbalifar  mempertanyakan penyebab sulitnya akses jaringan internet di areal kantor DPRD SBT. Menurutnya jaringan internet (Wifi) sangat penting  dalam menopang kinerja anggota DPRD maupun staf yang ada di lembaga ini, jika hal itu terus terjadi tentu akan menghambat semua pekerjaan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Anggota komisi, Abdul Azis Keliandan. Politisi PDI-P ini menjelaskan akses jaringan internet sangat dibutuhkan oleh  masyarakat yang berada di kecamatan Kian Darat, lebih khusus para pelajar yang berada di wilayah tersebut. Ia berharap dinas Kominfo segera mencari solusi, mengingat saat ini sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan itu tengah mempersiapkan  Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Menanggapi berbagai permasalahan tersebut, Kadis Kominfo SBT, Muhammad S.Kilwarany mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penulusuran ke semua sekolah. Kendati agak sulit memperoleh daftar sekolah yang ada di 15 kecamatan se-SBT, namun pihaknya terus berupaya agar sekolah-sekolah itu mendapat bantuan Wifi.

Foto: Kadis Kominfo SBT, M.S.Kilwarany

kami terus berupaya, walaupun saya kurang  mendapat dukungan dari dinas pendidikan terkait data, tetapi saya sendiri mengambil langkah  untuk  mencari nama daftar sekolah, untuk melakukan penelusuran tanpa terkecuali”,ungkap Kilwarany

Dijelaskan, untuk setiap sekolah belum dilakukan pemasangan Wifi, namun setiap kecamatan sudah tersedia. Hal itu dilakukan agar  memudahkan  para guru dan siswa dapat mengakses internet dari sekolahnya tanpa harus pergi ke sekolah lain.

Terhadap ganguan jaringan internet di areal DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Kilwarany menjelaskan, sebelumya pihaknya telah menetapkan lokasi pemasangan VSAT (Very Small Aperture Terminal,red) di belakang gedung DPRD SBT, namun dibatalkan, “karena disini tanah timbunan  yang dapat menyebabkan lonsoran , makanya kita pindahkan lokasinya di belakang kantor dinas lingkungan hidup (kantor DLH lama,red), dan itu sudah oke” jelasnya

Menurutnya, jika VSAT telah dipasang pada lokasi tersebut, maka dipastikan areal kantor DPRD dan sekitarnya dapat mengakses jaringan internet dengan lancar tanpa mengalami ganguan.

Rapat komisi bersama mitra kerja dinas Kominfo SBT ini, dihadiri oleh Ketua Komisi Ismail Rumbalifar, serta dua anggota lainnya yakni Abdul Azis Keliandan dan Abdul Latif  Suin.

Rapat yang digelar di ruang internal komisi B itu, berakhir dengan beberapa kesimpulan yang dibacakan oleh ketua komisi, yakni :

  1. Gangguan jaringan internet maupun telkomsel terjadi karena pemutusan kabel FO (Fiber Optik,red) di sekitar gunung SS
  2. Pemasangan VSAT di DPRD SBT diupayakan terlaksana di tahun 2022. Untuk  di Kecamatan Kian Darat akan dipasang, tetapi harus jauh dari bantaran sungai
  3. Untuk langkah antisipasi akan dipasang, VSAT di areal kantor DPRD SBT dan di Negeri administrative Silohan serta sekolah-sekolah di 15 Kecamatan se-SBT, guna mempermudah pelaksanaan UNBK maupun ANBK
  4. Apabila terjadi ganguan pada kabel optic (Fiber Optik/FO,red), maka  dinas Kominfo segera menginformasikan kepada masyarakat, baik melalui media social maupun   melalui  pamflet.

Untuk diketahui, ganguan jaringan massal yang terjadi pekan kemarin di SBT, disebabkan pemutusan kabel optic (Fiber Optik/FO)  di sekitar gunung SS  pada kilometer 66, yang menghubungkan  jaringan dari Masohi ke Wahai menuju kota Bula. Pemutusan jaringan itu diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Kadis kominfo, M.S.Kilwarany mengatakan pihak Telkomsel bersama polsek Wahai mulai aktif melakukan patroli rutin diareal tersebut. (RA)