Perihal Jalan Menuju Tansi Ambon, Indra Aldiyansyah Angkat Bicara

Ruas jalan antara Tansi Ambon dan kampung Densel kota Bula, SBT

Bula –  Indra Aldiyansyah, anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) angkat bicara perihal kondisi jalan dari Desa Fattolo (kampung Densel) menuju Tansi Ambon. Diketahui bersama, jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama di Kota Bula yang saat ini kondisinya dapat membahayakan para pengendara, baik roda dua maupun roda empat.

Indra Aldiyansyah pun tak menampik kerusakan jalan tersebut dapat membahayakan pengguna jalan. Pemerintah daerah, kata dia, seakan menutup mata dengan kondisi itu yang merupakan kewenangan penuh untuk akses jalan tersebut.

“Saya berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kabupaten SBT, bisa memperhatikan kondisi tersebut,” ujar Aldiyansyah saat diminta tanggapanya Jumat (12/01) lalu oleh wartawan.

Apalagi, kata dia, kondisi kerusakan jalan tersebut semakin diperparah karena air yang mengggenangi badan jalan saat terjadi musim hujan.

“Pemerintah daerah harus memperhatikan kondisi tersebut, mungkin dengan menyampaikan kondisi jalan ini kepada pemerintah untuk menjawab keluh masyarakat setempat karena jalan itu merupakan akses jalan satu-satunya yang dimiliki,” ungkapnya.

Dikatakanya, hal itu akan menjadi salah satu bahan pertimbangan di DPRD Kabupaten SBT dalam penyusunan anggaran nantinya.

“Ini juga akan menjadi bahan evaluasi kami, bagaimana mendesak pelaksana pemeliharaan jalan dapat memperhatikan jalan ini dan terus berupaya kepada pemerintah daerah agar jalan ini bisa di selesaikan nantinya,” lanjut legislator Hanura tersebut.

Terpantau hingga berita ini ditulis di berbagai media, sebagian besar aspal jalan terkelupas dan membuat jalan bergelombang. Jalan tersebut merupakan jalan utama yang digunakan warga menuju ke pasar atau menuju ke pusat kota Bula.

Panjang jalan yang rusak kurang lebih sekitar dua kilometer. Kondisi ini sudah terjadi bertahun-tahun dan belum mendapat respon dari Pemda setempat melalui Dinas PU kabupaten SBT.

Menurut warga sekitar, rusaknya jalan tak hanya disebabkan faktor cuaca, tetapi juga aktivitas truk yang mengangkut bahan material dan truk proyek bangunan irigasi, jalan tersebut sudah sempat ditambal, namun penambalan jalan hanya sampai beberapa bulan sudah mengalami ke rusakan dan berlubang. Banyak korban kecelakaan terutama para penggendara sepeda montor roda dua yang melintas sepanjang jalan tersebut. Selanjutnya menurut informasi warga sekitar, jalan daerah sini sering terjadi kecelakaan akibat pengguna jalan terjebak dan berusaha menghindar jalan yang berlubang, sangat cemas karena selain pengguna jalan umum banyak pelajar yang melintasi jalan itu menuju ke sekolahnya.**